Not only in this earth. But also the hereafter.
Selasa 13 Maret 2018 pada pukul 20:27 WITA, Makassar lagi hujan lebat.
Dentuman air hujan dari atap pondok begitu terdengar jelas ditelinga ini.
Dari luar kamar dengan jarak kurang lebih 2 meter ke tempat tidur, aku melihat tampilan biru dilayar handphoneku yang biasanya menandakan panggilan tak terjawab.
Kulihat mama memanggil. Sosok yang selama ini tegar dan sabar akan kata "berjumpa". Ku miscall ia kembali karna diri ini belum punya pulsa yang cukup untuk menelfon.
Selang dua detik, ia menelfon kembali. Dengan rasa rindu ku angkat telfonnya.
"Assalaamu'alaikum...." sapanya.
oh mama, manakala bumi membutuhkan air hujan untuk dapat bertahan hidup.
Begitupun denganku membutuhkan mu sebagai tempat sandaranku setelah Allaah.
Setiap kita pasti pernah mengalami "kesedihan" yang begitu dalam ketika berpisah dengan orang terkasih. Akan tetapi, pernahkah kita berfikir bahwa perpisahan didunia hanyalah sementara? beberapa bulan lagi kita masih bisa berjumpa jika diberi umur yang panjang oleh Allaah. Kita begitu kekeh ingin bersama orang-orang terkasih untuk selamanya dengan ukuran dunia. Apakah kita pernah berfikir bagaimana caranya agar bisa bersama dengan orang terkasih diakhirat kelak?
Iya, kita boleh sedih.
Jauh dari keluarga.
Jauh dari sahabat.
Jauh dari segala hal yang sudah membuat kita nyaman.
Tapi dapat kukatakan bahwa kamu akan sangat sedih
jika ternyata di Akhirat kelak kamu terpisah dengan orang-orang terkasihmu.
Akhirat yang mana sudah sering kita dengar kekal. yang secara makna selama-lamanya.
Maka dari itu Sahabat,
Mari kita berikhtiar untuk dapat mengumpulkan keluarga kita di Syurga Nya Allaah.
Jangan berputus asa dari Rahmat Allaah.
Teruslah memperbaiki diri, mulailah dengan memperhatikan sholatmu.
Doakan keluargamu, dan Beristighfarlah untuk kedua orangtua mu.
Dentuman air hujan dari atap pondok begitu terdengar jelas ditelinga ini.
Dari luar kamar dengan jarak kurang lebih 2 meter ke tempat tidur, aku melihat tampilan biru dilayar handphoneku yang biasanya menandakan panggilan tak terjawab.
Kulihat mama memanggil. Sosok yang selama ini tegar dan sabar akan kata "berjumpa". Ku miscall ia kembali karna diri ini belum punya pulsa yang cukup untuk menelfon.
Selang dua detik, ia menelfon kembali. Dengan rasa rindu ku angkat telfonnya.
"Assalaamu'alaikum...." sapanya.
oh mama, manakala bumi membutuhkan air hujan untuk dapat bertahan hidup.
Begitupun denganku membutuhkan mu sebagai tempat sandaranku setelah Allaah.
Setiap kita pasti pernah mengalami "kesedihan" yang begitu dalam ketika berpisah dengan orang terkasih. Akan tetapi, pernahkah kita berfikir bahwa perpisahan didunia hanyalah sementara? beberapa bulan lagi kita masih bisa berjumpa jika diberi umur yang panjang oleh Allaah. Kita begitu kekeh ingin bersama orang-orang terkasih untuk selamanya dengan ukuran dunia. Apakah kita pernah berfikir bagaimana caranya agar bisa bersama dengan orang terkasih diakhirat kelak?
Iya, kita boleh sedih.
Jauh dari keluarga.
Jauh dari sahabat.
Jauh dari segala hal yang sudah membuat kita nyaman.
Tapi dapat kukatakan bahwa kamu akan sangat sedih
jika ternyata di Akhirat kelak kamu terpisah dengan orang-orang terkasihmu.
Akhirat yang mana sudah sering kita dengar kekal. yang secara makna selama-lamanya.
Maka dari itu Sahabat,
Mari kita berikhtiar untuk dapat mengumpulkan keluarga kita di Syurga Nya Allaah.
Jangan berputus asa dari Rahmat Allaah.
Teruslah memperbaiki diri, mulailah dengan memperhatikan sholatmu.
Doakan keluargamu, dan Beristighfarlah untuk kedua orangtua mu.
Komentar
Posting Komentar